Hidroponik Program Unggulan Ketahanan Pangan di Desa Lambangsari

oleh -60 Dilihat

Kabupaten Bekasi || Bramastanews.com

Hidroponik merupakan salah satu program unggulan ketahanan pangan desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa barat.

Program penanaman jenis sayuran seperti kangkung, bayam dan kemangi melalui metode hidroponik merupakan upaya yang inovatif dalam memastikan ketahanan pangan lokal.

Aparatur Desa Lambangsari Ela Nurlaela selaku Kaur Keuangan mengatakan, bahwa dengan membuat terobosan program ketahanan pangan salah satunya melalui hidroponik mengedukasi warganya, terutama dalam menghadapi situasi darurat atau krisis pangan yang tidak terduga sesuai regulasi yang sudah ditetapkan, ujarnya.

“Oleh karena itu, sambung Ela megungkapkan bahwa selain hidroponik ketahanan pangan di desa Lambangsari berupa ternak kambing, ternak ikan.

” Melalui program ini, desa berkomitmen untuk mengembangkan sistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan, tukas Ela Nurlaela, Jumat, (29/12/2023).

Ine salah satu warga penerima manfaat program ketahanan pangan yang turut mengelola hidroponik menerangkan cara penanaman, keunggulan, perawatan dan penjualan dari hasil panen tanaman sayuran hidroponik.

“Hidroponik sebagai metode bertanam tanpa tanah ini dipilih karena beberapa alasan. Pertama, hidroponik membutuhkan lahan yang lebih sedikit dibandingkan dengan pertanian konvensional. Hal ini sangat menguntungkan bagi Desa Lambangsari yang memiliki lahan terbatas. Kedua, hidroponik dapat memanfaatkan sumber daya air dengan lebih efisien. Air akan disirkulasikan secara terus menerus, sehingga tidak ada pemborosan yang terjadi. Ketiga, hasil panen dari hidroponik cenderung lebih cepat dan lebih besar dibandingkan dengan pertanian konvensional. Dalam waktu yang lebih singkat, desa dapat memproduksi lebih banyak hasil panen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terangnya.

“Perawatannya Pun sangat mudah, hasil panen bisa dipasarkan atau dijual melalui media sosial maupun warga yang datang terutama kepada ibu- ibu, katanya.

Ela Nurlaela menambahkan, dikatakannya, melalui program tersur, Desa Lambangsari juga memiliki tujuan jangka panjang yang lebih strategis. Mereka ingin menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat desa, terutama bagi generasi muda yang sering kesulitan mendapatkan pekerjaan. Dengan mengembangkan industri hidroponik, diharapkan masyarakat desa dapat bekerja sebagai petani hidroponik, pengelola produksi, atau bahkan sebagai pengusaha yang menjual hasil panen hingga ke kota-kota terdekat. Pengembangan sektor pertanian ini akan menggerakkan perekonomian desa secara keseluruhan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi tingkat pengangguran,imbuhnya.

“Desa Lambangsari juga berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui program Hidroponik Program Unggulan Ketahanan Pangan ini. Dalam proses hidroponik, penggunaan pestisida dan menggunakan tanah secara berlebihan dapat dikurangi, sehingga dampak negatif terhadap lingkungan akan berkurang. Desa Lambangsari akan mendorong petani hidroponik untuk menggunakan metode organik dalam budidaya mereka, menghasilkan produk yang sehat dan alami.

Untuk mendukung program ini, Desa Lambangsari akan memberikan pelatihan kepada masyarakat desa tentang teknik hidroponik yang efektif.

Masyarakat diberikan pengetahuan tentang perawatan tanaman hidroponik, pemilihan bibit yang baik, serta penggunaan nutrisi dan pupuk organik untuk menjaga kualitas hasil panen. Selain itu, desa juga akan menyediakan infrastruktur yang diperlukan, seperti tempat penanamannya sistem irigasi yang efisien, dan sumber daya air yang melakukan daur ulang. Semua ini bertujuan untuk memastikan bahwa program hidroponik dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa, tutur Ela Nurlaela.

“Melalui Hidroponik Program Unggulan Ketahanan Pangan Desa Lambangsari, kita semua berharap dapat mencapai ketahanan pangan yang lebih baik dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat desa. Program ini bukan hanya menghasilkan pangan yang cukup, tetapi juga merupakan langkah menuju keberlanjutan dan proteksi lingkungan. Dengan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, Desa Lambangsari bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pertanian yang efisien, inovatif, dan ramah lingkungan, pungkasnya.

(***)