Dinkes Kota Bandung Luncurkan Sahabat Gizi Untuk Cegah Stunting

oleh -128 Dilihat

Bandung, – Bramastanews. com.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Dr. dr. Sony Adam, S.H., M.M.,bersama DPRD Kota Bandung Dr. dr. Agung Fiasyah Sumantri SpPD., KHOM., MMRD., FUNASIM, dan Hadirkan Ahli Gizi Masyarakat Dr. dr. Tan Shot Yen.,M.Hum, serta PKK dan jajaranDinas Kota Bandung

Dinkes Kota Bandung luncurkan program “Sahabat Gizi” sebagai bagian dari Gerakan Cegah Stunting. Program ini diresmikan di Yess Coffee & Eatery, Jl. Gatot Subroto No. 112, Kota Bandung, pada Rabu 15 Juli 2026.
Anggota DPRD kota Bandung dr.Agung Kesehatan menekankan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak. Menurutnya, stunting adalah masalah bersama yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Kita ingin mengedukasi masyarakat, khususnya para kader di Posyandu dan PKK, tentang pentingnya ASI Eksklusif, Pola Hidup Bersih dan Sehat, serta gizi seimbang,” ujarnya. Edukasi ini menjadi pilar utama dalam mencegah stunting sejak dini.

BACA JUGA  Enggan Dikonfirmasi, Kepala Diskominfo Kota Pagar Alam 'Rini Marnilam' Menghindar dari Media? 

Ia menjelaskan bahwa pencegahan harus dimulai sejak calon ibu. Gizi yang cukup bagi ibu usia produktif dan ibu hamil menjadi kunci utama agar bayi yang lahir memiliki tumbuh kembang optimal.

Selanjutnya, bayi perlu mendapatkan ASI Eksklusif selama 6 bulan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang agar kebutuhan nutrisi balita terpenuhi dengan baik.

Selain asupan gizi, penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan keluarga juga menjadi fokus. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi dan penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan anak.

BACA JUGA  Respon Cepat Laporan,Warga Kampung Kepuh Karang Bahagia Apresiasi Adanya Pemasangan PJU

Target jangka panjang dari gerakan ini sangat jelas. “Kita ingin Kota Bandung ke depan tidak ada lagi stunting,” tegasnya. Target ini membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

Program “Sahabat Gizi” akan menyasar langsung ke Posyandu dan kelompok PKK di seluruh wilayah Kota Bandung. Para kader akan dibekali pengetahuan agar bisa menjadi garda terdepan dalam edukasi gizi ke masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh warga Bandung untuk mendukung gerakan ini dengan datang ke Posyandu secara rutin. Pemeriksaan tumbuh kembang anak dinilai penting untuk mendeteksi dini risiko stunting.

BACA JUGA  Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta Beda Perlakuan Terhadap Oknum Pelaku Penggasak Dana PIP, Kok Bisa? 

“Dengan komitmen bersama, kita bisa memastikan setiap anak di Kota Bandung tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting,” pungkas dr. Agung.

*nengsih*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *