Penataan Pasar Parung Demi Kembalikan Fungsi Jalan, Wujudkan Ketertiban dan Kenyamanan Warga

oleh -83 Dilihat

PARUNG,BramastaNews.com – Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam menata kawasan publik agar lebih tertib, nyaman, dan fungsional. Penataan tidak hanya dilakukan di ibu kota Cibinong, kini penataan kawasan Pasar Parung mulai direalisasikan secara bertahap, sejak Rabu (15/4).

Dinas terkait bersama bersama unsur Kecamatan Parung, TNI-Polri, dan Satpol PP, melaksanakan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menempati badan jalan di kawasan Pasar Parung. Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai fasilitas umum sekaligus mengurai kemacetan yang sering dikeluhkan masyarakat.

Penertiban dilakukan dengan pendekatan humanis. Para pedagang diberikan arahan dan imbauan agar dipindahkan ke lokasi yang telah disediakan pemerintah, yakni di dalam kawasan PD Pasar Tohaga Parung. Selain itu, upaya ini juga bertujuan menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh pengguna.

BACA JUGA  Ramadhan Peduli, Bacaleg Gerindra Provinsi Jabar Bersama AKK Berbagi Takjil dan Santuni Anak Yatim

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Suryanto Putra menjelaskan bahwa penataan tidak hanya terfokus pada penertiban PKL, tetapi juga mencakup penataan kawasan secara menyeluruh. Area sepadan jalan akan dimanfaatkan untuk mempercantik lingkungan, termasuk penertiban papan reklame yang tidak sesuai aturan. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kesemrawutan sekaligus meningkatkan estetika kawasan.

“Pasar Parung yang sebelumnya tertutup kini mulai terlihat wajahnya. Ternyata masih ada ruang yang cukup luas untuk dimanfaatkan kembali, termasuk untuk penataan kawasan. Kami juga akan menertibkan reklame agar kawasan ini lebih rapi dan tidak mengganggu,” ujarnya.

BACA JUGA  Polres PALI, Terus Meluncurkan Kegiatan Patroli Perintis Presisi, Selama Bulan Ramadhan  

Ia melanjutkan, penataan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pendataan bangunan dari sisi perizinan hingga kepemilikan. Ke depan, pemerintah juga berencana melakukan pelebaran jalan dari pertigaan hingga kawasan Pohon Jeruk guna mendukung kelancaran arus lalu lintas.

Direktur Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan mengatakan bahwa kegagalan telah menyiapkan ratusan los dan kios di dalam pasar untuk menampung para PKL. Apalagi jika kapasitasnya belum mencukupi, fasilitas tambahan akan disediakan mengingat masih tersedia ruang yang cukup luas.

“Penataan ini bukan menggusur, melainkan menggeser. Kami ingin para pedagang tetap bisa berusaha di tempat yang lebih layak dan tertata. Untuk sementara, tempat yang disediakan juga masih digratiskan, pedagang hanya membayar iuran kebersihan dan keamanan,” jelas Haris.

BACA JUGA  Humas Formas: Nama Pak Hashim Djojohadikusumo Sering Dijual Oknum untuk Mendapatkan Rekomendasi Pilkada ?

Sementara itu, Camat Parung, Adhi Nugraha menyampaikan bahwa proses penataan telah melalui tahapan komunikasi dengan para pedagang sejak awal tahun. Dari ratusan PKL yang terdata, sebagian telah melakukan pembongkaran secara mandiri sebelum penertiban berlangsung.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi bertransaksi di pinggir jalan. Jika ini tidak diubah, kondisi semrawut akan kembali terulang,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan bahwa keberhasilan penataan Pasar Parung membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, pedagang, hingga masyarakat. Dengan sinergi tersebut diharapkan kawasan Pasar Parung dapat kembali tertata, fungsi jalan pulih, serta terciptanya lingkungan yang nyaman dan aman bagi seluruh warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *