,

Pembangunan Posyandu Diduga Jadi Ajang Bancakan, Eks Plt Kades Cadassari Tegalwaru Hindari Awak Media

oleh -56 Dilihat
oleh

Pembangunan Posyandu Diduga Jadi Ajang Bancakan, Eks Plt Kades Cadassari Tegalwaru Hindari Awak Media

Purwakarta // Bramastanews_Pembangunan Posyandu di Desa Cadassari, Kecamatan Tegalwaru tahun 2025 jadi sorotan.

Pasalnya, meski anggarannya hampir capai Rp 96 juta, pembangunannya tidak selesai.

Bangunan tersebut kini nampak terbengkalai, tanpa kejelasan.

BACA JUGA  Belum Lama Dibangun Rusak Parah, Pembangunan Jalan di Desa Sukahaji Tegalwaru Tuai Sorotan

Dari pantauan awak media dilokasi, pembangunan Posyandu tersebut baru sampai tahap pemasangan dinding bata yang nampak sudah diplester aci.

Kusen pintu jendela nampak telah terpasang di beberapa bagian.

Sayangnya, bagian atapnya belum terpasang. Sehingga kesan terbengkalainya bangunan tersebut makin jelas terlihat.

Menurut keterangan Kepala Desa Cadassari, anggaran pembangunan Posyandu tersebut sebesar Rp 96 juta, saat pembangunan Posyandu tersebut ia mengaju tak dilibatkan.

BACA JUGA  Jalan Hasil Pembangunan Rusak, Kades Karoya Tegalwaru Bungkam soal Penyebab Kerusakan dan Anggaran

Diketahui saat pembangunan Posyandu tersebut, ia menjabat sebagai Sekdes Desa Cadasari.

Terpisah, Camat Tegalwaru saat dikonfirmasi dikantornya pada Senin (5/1/2026) sampaikan bila ia tidak mengetahui apa-apa terkait persoalan tersebut.

Ia juga sampaikan bila akan pertemukan awak media dengan Eks Plt Kades Cadassari saat itu.

BACA JUGA  Tata Kelola Anggaran Dinilai Janggal, Warga Desa Karoya Tegalwaru Sebut Anggaran Miliaran Tak Ada Perubahan, APH Diminta Periksa

Diketahui bila saat ini pria bernama Bogi tersebut duduki posisi Kasubag Keuangan di Kecamatan Tegalwaru.

Sayangnya, Eks Plt Kades bernama Bogi ini susah ditemui. Meski awak media berulang kali mencoba untuk menemuinya.

Lantas mengapa ia terkesan menghindari kedatangan awak media.

BACA JUGA  Kepala Sekolah SMAN 1 Tegalwaru Ketakutan Ditanya Soal Penggunaan Dana BOS

Mengapa juga pembangunan Posyandu yang dianggarkan sebesar Rp 96 juta itu hanya hasilkan bangunan terbengkalai..

Mungkinkah dana yang dianggarkan tidak mencukupi…

Atau jangan-jangan dana tersebut terpakai untuk kepentingan lain.

(red/tim) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *