,

Pasca Viral Tak Ada Wujudnya, Kades Darangdan Klaim Telah Belanja Hewan Ketahanan Pangan Lagi

oleh -81 Dilihat
oleh

Pasca Viral Tak Ada Wujudnya, Kades Darangdan Klaim Telah Belanja Hewan Ketahanan Pangan Lagi

Purwakarta // Bramastanews_Pasca viral hewan ketahanan pangan di Desa Darangdan tak terlihat selama kurang lebih 8 bulan.

Pemerintah Desa Darangdan melalui kelompok peternaknya, mengaku telah membeli hewan jenis domba sebanyak 15 ekor.

Upaya pengadaan kembali hewan tersebut dilakukan pemerintah Desa, pasca keberadaan hewan ketahanan pangan itu jadi sorotan serta pertanyaan publik.

BACA JUGA  Hewan Ketahanan Pangan Desa Darangdan Tak Terlihat Wujudnya Sejak Idul Adha, Kemana..? 

Kepala Desa Darangdan, Robiyul Maulana, melalui pesan singkat whatsappnya menjelaskan bila yang melakukan pembelian hewan tersebut kelompok peternak.

“Yang beli dombanya kelompok, saya menyaksikan. Yang pilih dombanya, Abah yang jaga dombanya. Jumlahnya 15 ekor, kandangnya merupakan kandang yang dipindahkan, sebab tempat lama dipakai KDMP,” jelas Kades.

Salah satu domba hasil pembelian Pemdes Darangdan pasca viral tak terlihat wujudnya. 

“Saya dengar harganya Rp1.350.000 per ekor, malahan ditawar si Abah Rp 1 juta tiga ratus juga nggak dikasih,” tambahnya kemudian.

BACA JUGA  Penerima Bansos BLT Kesra di Desa Darangdan Diduga Alami Pemotongan 

Lebih lanjut dikatakannya menurut informasi dari kelompok peternak, jumlah domba yang mati sebanyak empat ekor dari total 20 ekor.

“Perwakilan kelompok, belanja domba sebanyak 15 ekor, dengan perhitungan yang satunya, digunakan untuk biaya bongkar pasang kembali kandang di tempat baru,” jelas Kades Darangdan menambahkan.

Upaya yang dilakukan pemerintah Desa Darangdan, melalui kelompok peternak dengan melakukan pembelian hewan ketahanan pangan yang sebelumnya sempat jadi sorotan, sebab lama tak terlihat wujudnya, dinilai kalangan masyarakat sebagai upaya cari aman.

BACA JUGA  Bansos Sasar Warga Lain yang Lebih Muda dan Mampu, Lansia Asal Desa Depok Datangi Kantor Kecamatan Darangdan

Menurut pendapat salah satu pemerhati kebijakan publik, upaya tersebut merupakan cara cari aman Kepala Desa dari potensi ancaman pidana korupsi.

“Penanggung jawab utama dalam program ketahanan pangan di desa adalah Kepala Desa, bukan kelompok peternak.

“Jadi kalau Kades Darangdan mengaku tidak tahu perihal yang terjadi pada hewan ketahanan pangan, itu tidak masuk akal. Apalagi salah satu pengurus di kelompok peternak tersebut dikabarkan adik kandungnya, tidak masuk logika bila Kades mengaku tidak tahu,” tambahnya kemudian.

BACA JUGA  Pipa PDAM Sebabkan Jalan Amblas, Ganggu Mobilitas Warga dan Petani, KMP Darangdan Rencana Surati DPRD 

Lebih lanjut dikatakannya, bila keberadaan hewan yang dikatakan warga raib selama 8 bulan tersebut, diduga merupakan upaya korupsi yang gagal.

Sebab menurutnya keburu ketahuan dan jadi sorotan masyarakat, sehingga mereka terpaksa membeli hewan tersebut sebagai pengganti.

Sayangnya Kades Darangdan nampak berat sampaikan berapa anggaran program ketahanan sebenarnya saat ditanya awak media.

Adakah yang berusaha untuk ditutupi….

(Yuda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *