Pasca Viral Tak Ada Wujudnya, Kades Darangdan Klaim Telah Belanja Hewan Ketahanan Pangan Lagi
Purwakarta // Bramastanews_Pasca viral hewan ketahanan pangan di Desa Darangdan tak terlihat selama kurang lebih 8 bulan.
Pemerintah Desa Darangdan melalui kelompok peternaknya, mengaku telah membeli hewan jenis domba sebanyak 15 ekor.
Upaya pengadaan kembali hewan tersebut dilakukan pemerintah Desa, pasca keberadaan hewan ketahanan pangan itu jadi sorotan serta pertanyaan publik.
Kepala Desa Darangdan, Robiyul Maulana, melalui pesan singkat whatsappnya menjelaskan bila yang melakukan pembelian hewan tersebut kelompok peternak.
“Yang beli dombanya kelompok, saya menyaksikan. Yang pilih dombanya, Abah yang jaga dombanya. Jumlahnya 15 ekor, kandangnya merupakan kandang yang dipindahkan, sebab tempat lama dipakai KDMP,” jelas Kades.

“Saya dengar harganya Rp1.350.000 per ekor, malahan ditawar si Abah Rp 1 juta tiga ratus juga nggak dikasih,” tambahnya kemudian.
Lebih lanjut dikatakannya menurut informasi dari kelompok peternak, jumlah domba yang mati sebanyak empat ekor dari total 20 ekor.
“Perwakilan kelompok, belanja domba sebanyak 15 ekor, dengan perhitungan yang satunya, digunakan untuk biaya bongkar pasang kembali kandang di tempat baru,” jelas Kades Darangdan menambahkan.
Upaya yang dilakukan pemerintah Desa Darangdan, melalui kelompok peternak dengan melakukan pembelian hewan ketahanan pangan yang sebelumnya sempat jadi sorotan, sebab lama tak terlihat wujudnya, dinilai kalangan masyarakat sebagai upaya cari aman.
Menurut pendapat salah satu pemerhati kebijakan publik, upaya tersebut merupakan cara cari aman Kepala Desa dari potensi ancaman pidana korupsi.
“Penanggung jawab utama dalam program ketahanan pangan di desa adalah Kepala Desa, bukan kelompok peternak.
“Jadi kalau Kades Darangdan mengaku tidak tahu perihal yang terjadi pada hewan ketahanan pangan, itu tidak masuk akal. Apalagi salah satu pengurus di kelompok peternak tersebut dikabarkan adik kandungnya, tidak masuk logika bila Kades mengaku tidak tahu,” tambahnya kemudian.
Lebih lanjut dikatakannya, bila keberadaan hewan yang dikatakan warga raib selama 8 bulan tersebut, diduga merupakan upaya korupsi yang gagal.
Sebab menurutnya keburu ketahuan dan jadi sorotan masyarakat, sehingga mereka terpaksa membeli hewan tersebut sebagai pengganti.
Sayangnya Kades Darangdan nampak berat sampaikan berapa anggaran program ketahanan sebenarnya saat ditanya awak media.
Adakah yang berusaha untuk ditutupi….
(Yuda)










