Kedeputian Bidang Sistem dan Tata Kelola menggelar sesi paparan dan diskusi mengenai Penyederhanaan Sertifikasi Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) dalam rangkaian kegiatan Sosialisasi Pedoman Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jawa Barat.
Paparan yang berlangsung di salah satu ballroom hotel di Bandung ini diisi oleh perwakilan Dinas Kesehatan setempat, dengan topik utama mengenai penyederhanaan prosedur administrasi dan teknis dalam penerbitan sertifikasi laik hygiene sanitasi untuk penyedia pangan.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa penyederhanaan SLHS kini memungkinkan pelaku usaha penyedia makanan—terutama yang menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG—untuk mendapatkan sertifikasi dengan proses yang lebih cepat, efisien, dan transparan.
“Kalau sebelumnya pelaku usaha wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan mengajukan sertifikat secara manual ke Dinas Kesehatan, kini prosesnya bisa dilakukan secara daring melalui LMS Kemenkes, dengan persyaratan yang lebih sederhana namun tetap mengutamakan keamanan pangan,” ujar narasumber dalam sesi tersebut.
Selain aspek administrasi, peserta sosialisasi juga mendapatkan penjelasan tentang prosedur inspeksi sanitasi oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas, pengambilan sampel pangan oleh laboratorium terakreditasi, serta peran instansi daerah dalam memastikan standar kebersihan dan keamanan makanan bagi penerima manfaat program.
Sesi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian sosialisasi yang dihadiri oleh berbagai unsur pelaksana program MBG, mulai dari Kareg, Wareg, Korwil, KaSPPG, Ahli Gizi, hingga Akuntan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa implementasi Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memenuhi aspek gizi, tetapi juga menjamin standar keamanan dan kelayakan pangan di setiap daerah.
Dengan penyederhanaan SLHS ini, pemerintah berharap proses sertifikasi bagi penyedia makanan di berbagai daerah dapat berlangsung lebih cepat dan menjangkau lebih banyak pihak, sehingga tujuan utama program—yakni menyediakan makanan bergizi, aman, dan sehat bagi masyarakat—dapat tercapai secara optimal.
(nengsih)











