Yayasan Sejukan Pelosok Negeri memperkuat sinergi dengan insan pers Kota Cimahi melalui agenda buka puasa bersama di Dapur Abi, Setiamanah, Kamis (05/03). Langkah ini diambil untuk mempertajam akurasi penyaluran bantuan sosial, khususnya penyediaan sumur bor air bersih dan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu).


Salah satu keberhasilan yayasan adalah penyediaan sumber air di Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Di wilayah tersebut, tim menggunakan metode geolistrik untuk mendeteksi potensi air di bawah permukaan sebelum melakukan pengeboran sedalam 35 meter. “Kami tidak ingin spekulasi. Dengan teknologi geolistrik, potensi air dipetakan terlebih dahulu sehingga proses pengeboran di kawasan sulit air dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” jelasnya.

Yayasan Sejukan Pelosok Negeri juga menunjukkan kepedulian melalui berbagai aksi sosial lainnya, di antaranya Program Rutilahu: Melakukan bedah rumah bagi warga tuna wicara di Kelurahan Karangmekar, Cimahi, dengan alokasi bantuan sebesar Rp25 juta.
Menutup rangkaian acara, Ivan menyampaikan harapannya agar gerakan “menghadirkan kesejukan” ini dapat menjadi bola salju yang menggerakkan lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi. “Visi kami sederhana: menghadirkan kesejukan bagi mereka yang terpinggirkan di pelosok negeri. Sinergi dengan media hari ini adalah awal dari gerakan yang lebih besar untuk menjangkau mereka yang selama ini belum tersentuh bantuan,” tutupnya.

Yayasan Sejukan Pelosok Negeri adalah organisasi sosial yang berfokus pada penyediaan akses air bersih melalui sumur bor di daerah terpencil serta bantuan perbaikan rumah layak huni bagi masyarakat prasejahtera.
Dengan demikian, yayasan ini berharap dapat meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat di pelosok negeri dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan mereka.
*nengsih*










