Bupati Bogor Dorong Solusi Pengelolaan Sampah Melalui Proyek Waste to Energy di TPA Galuga

oleh -86 Dilihat

Cibinong,BramastaNews.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi jangka panjang dalam penanganan sampah melalui pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) di TPA Galuga.

Hal tersebut disampaikan Rudy Susmanto saat memimpin rapat bersama perangkat daerah terkait guna membaca ulasan sebelumnya dengan Pemerintah Kota Bogor dan perwakilan Danantara terkait perbaikan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu, efektif, dan berkelanjutan di wilayah Bogor Raya, pada Kamis malam (12/3/26).

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor menyusun langkah-langkah strategi untuk menyelaraskan kebijakan pengelolaan sampah, memperkuat kolaborasi lintas daerah, serta memanfaatkan teknologi modern sebagai solusi masa depan bagi permasalahan sampah.

BACA JUGA  Komisi D Minta Sistem Rujukan Layanan Kesehatan Segera dibenahi

Rudy Susmanto menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah menerima informasi dari pihak Danantara terkait perkembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di TPA Galuga. Proses tender internasional untuk proyek tersebut telah selesai dan pemenangnya telah ditetapkan.

Dari total 24 perusahaan yang mengikuti proses tender, sebanyak 21 perusahaan berasal dari China, dua dari Jepang, dan satu dari Eropa. Tender tersebut akhirnya dimenangkan oleh salah satu perusahaan dari China.

Menurut Bupati Bogor, proyek waste to energy ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap permasalahan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di wilayah Bogor Raya.

BACA JUGA  Arogansinya ketua RT 001/006 desa Gunungsari dengan Warga Pendatang

“Melalui teknologi waste to energy, sampah tidak lagi hanya menjadi beban lingkungan, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.

Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut akan dimulai melalui tahap groundbreaking pada tahun 2026. Proyek ini ditargetkan dapat menyelesaikan paling cepat pada Desember 2027 dan paling lambat mulai beroperasi pada tahun 2028.

Lebih lanjut, teknologi ini juga ditargetkan mampu mengolah timbunan sampah lama di TPA Galuga secara bertahap menjadi energi listrik dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Rudy Susmanto menambahkan bahwa kehadiran fasilitas ini tidak hanya menjadi solusi bagi penanganan sampah, tetapi juga diharapkan mampu mendorong transformasi kawasan sekitar Galuga, termasuk wilayah Cigombong, menjadi pusat pengolahan sampah modern yang ramah lingkungan.

BACA JUGA  Tak Ada Pihak Yang BECUS Tangani Soal Sampah, Warga Akhirnya Temui Bidang Persampahan DLH Purwakarta

Secara nasional, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik hanya ditetapkan di empat lokasi dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, yakni Bogor Raya, Bekasi (Bantar Gebang), Bali, dan Batam. Penunjukan ini menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat kepada Bogor Raya dalam pengembangan teknologi pengelolaan sampah berbasis energi.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap pengelolaan sampah ke depan dapat semakin modern, terintegrasi, dan berkelanjutan demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *