Warga Desa Margasari Keluhkan Komoditas Kompensasi TPA Cikolotok

oleh -192 Dilihat
oleh

Warga Desa Margasari Keluhkan Komoditas Kompensasi TPA Cikolotok

Purwakarta // Bramastanews_Warga Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan, kembali keluhkan komoditas kompensasi TPA yang berasal dari kegiatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta pada Desember 2025.

Menurut keterangan warga, komoditas kompensasi sembako yang bagikan, tidak sesuai dengan besaran nilai yang dianggarkan.

BACA JUGA  Tiga Lokasi Penampungan Limbah Batubara di Cijantung Purwakarta Akhirnya Disegel DLH & Satpol PP

Salah satu warga pemenang kompensasi dengan gamblang menjelaskan bila komoditas yang dibagikan tahun ini, sama saja dengan tahun sebelumnya.

Menurutnya jumlah komoditas yang dibagikan nilainya tidak sesuai dengan besaran anggaran.

“Ya, saya salah satu warga pemenang kompensasi sembako tahun ini, makanya hafal persis”.

“Kalau ditota-total, sembako dari kompensasi tersebut paling senilai Rp 80 ribu. Padahal anggarannya setahu saya Rp 157 juta an”.

“Kalau saya hitung dari nilai anggaran tersebut plus dipotong pajak, sisa sekitar Rp 136 juta an, kalau dibagi 850 paket, maka satu paket harusnya senilai Rp 160 ribu,” jelas si warga.

BACA JUGA  Beragam Persoalan di DLH Purwakarta, Aktivis: Saatnya Pejabat Baru Lakukan Perombakan

“Kalau keuntungan yang diambil di kisaran Rp 20 ribu atau Rp 30 ribu, masih wajar lah, sembakonya juga pasti tidak akan separah ini,” tambahnya kemudian.

Sementara, Kepala Bidang Persampahan DLH Purwakarta saat dikonfirmasi melalui kontak selulernya, mengarahkan awak media untuk menghubungi pihak penyedia jasa.

“Izin kang, saya sudah koordinasi sama pihak ketiganya, kalau ada masyarakat yang komplain mohon dijelaskan, karena dari pihak dina sudah bilang,” ujar Kebid Persampahan.

BACA JUGA  Dinas Lingkungan Hidup Cek 3 Lokasi Penampung Limbah Batubara di Wilayah Cijantung Purwakarta

Sampai berita diturunkan awak media belum mendapatkan informasi dari pihak ke-tiga perihal kegiatan pengadaan tersebut.

Menurut kabar terbaru, menyikapi persoalan tersebut, beberapa warga sekitar TPA berencana menggelar pertemuan bersama jajaran pemerintahan Desa Margasari.

Menurutnya, sebagai warga mereka sudah bersabar selama puluhan tahun.

“Kami ingin diperhatikan, sudah puluhan tahun kami bersabar. Kalaupun kompensasi tersebut iya, ratusan ribu per tahun. Tak sebanding dengan dampak dampak negatif dari TPA nya,” pungkas warga.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *