Anggaran Pengadaan Website di Program Desa Digital Mencurigakan
Purwakarta // Bramastanews_Pengadaan website desa di program desa digital di Kabupaten Purwakarta tuai sorotan.
Pasalnya, selain anggarannya yang dinilai sebagian kalangan terlalu tinggi, realisasi pengadaan website tersebut juga jadi keluhan sebab tak kunjung direalisasi.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun awak media, untuk mendapatkan sebuah website di program desa digital tersebut, setiap desa harus mengeluarkan dana sebesar 20 juta.
Sayangnya, meski dana tersebut sudah dibayarkan, sampai saat ini belum menerima realisasi pengadaan website tersebut.
Dari informasi lain yang berhasil dihimpun, Kepala Desa Taringgul Tonggoh miliki peranan cukup aktif di pengadaan tersebut.
Dalam beberapa pelatihan yang sempat dilaksanakan bersama Penyedia Jasa, Kades Taringgul Tonggoh berperan di dalamnya.
Saat dikonfirmasi awak media, Kades Taringgul Tonggoh, Eep Saepul Malik mengatakan bila program tersebut bernama desa digital.
Pihak penyedia jasa bernama CV Studio Langitindo yang berasal dari Cianjur, dikatakannya sebagai pihak penyedia di pengadaan program desa digital tersebut.
Menurutnya, sampai saat ini realisasi dari program tersebut berjalan bagi desa-desa yang sudah menginput database kependudukannya ke aplikasi itu.
“Saya hanya sebatas membantu memediasi dengan para ketua DPK, bila ada desa yang berminat, dapat menghubungi langsung pihak penyedia,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp.
Lebih lanjut ia membenarkan bila anggaran untuk website desa digital tersebut senilai Rp.20 juta.
Dimana dalam nominal tersebut sudah termasuk instalasi aplikasi, pelatihan sebanyak tiga kali, maintenance selama 5 tahun, dan customize.
Menurutnya, tidak semua desa di Kabupaten Purwakarta turut serta di program tersebut. Dari total 183 Desa, hanya 89 desa yang ikut di program tersebut.
Dari sumber lainnya dikabarkan sampai saat ini beberapa desa baru mendapatkan pelatihan sebanyak dua kali, dari rencana tiga kali pelatihan.
“Memang sebagian Desa sudah berjalan, tapi setahu saya di beberapa Kecamatan belum berjalan. Saat ditanyakan, dia selalu menghindar,” jelas salah satu narasumber.
(red)











