Pipa Minyak PT Medco E&P Bocor di Dua Lokasi Hampir Bersamaan, Ada Apa Dengan Infrastruktur Migas di PALI?

oleh -341 Dilihat

PALI – Bramastanews.com, Kebocoran pipa minyak milik PT Medco E&P Indonesia dilaporkan terjadi di dua lokasi hampir bersamaan di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Senin (13/10/25)

Dua insiden dalam sehari ini menimbulkan pertanyaan serius, seberapa aman infrastruktur migas di Bumi Serepat Serasan?

Kebocoran pertama dilaporkan terjadi di Desa Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, di mana tumpahan minyak mencemari aliran sungai. Air sungai berubah mengilap oleh lapisan minyak, memunculkan aroma tajam minyak mentah.

BACA JUGA  Getah Karet Perkebunan Gununghejo Disebut Lahan Basah Pencurian, Diduga Libatkan Oknum Pegawai Perkebunan dan Pengelola

Lokasi kedua, kebocoran ditemukan tim media di wilayah Desa Pengabuan, Kecamatan Abab. Semburan minyak dari jalur pipa, memasuki anak sungai di area kebun karet milik warga. Air dan dedaunan tampal hitam diselimuti minyak mentah semburan dari pipa.

Informasi dihimpun, tumpahan minyak telah mengalir sejauh kurang lebih satu kilometer, mengikuti arus air. Yang diperkirakan kalau hujan turun, minyaknya makin cepat menyebar.

Pantauan media memperlihatkan aktivitas petugas perusahaan yang tengah berupaya membersihkan semburan minyak dan tanah tercemar.

BACA JUGA  PKS Resmi Dukung Devi Haryanto-Ferdinand di Pilkada 2024, Perkuat Koalisi Pasangan Calon Ini

Sementara, Senior Manager Communication Medco E&P Indonesia, Leony Lervyn, melalui beberapa media menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait untuk menangani dampak kebocoran.

“Kami mohon maaf atas kejadian ini. Medco E&P telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait untuk menangani situasi ini. Kami juga menghimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga aset negara dan segera melaporkan apabila menemukan kejadian serupa,”ujar Leony Lervyn.

Namun pernyataan tersebut belum cukup meredakan keresahan warga. Ketua DPRD PALI. H. Ubaidillah, menegaskan agar perusahaan tidak berhenti pada pembersihan semata, tetapi juga melakukan pemulihan lingkungan secara menyeluruh.

BACA JUGA  Diduga Kedinginan, Mobil Mewah Hasil Sitaan Kejari Purwakarta di Selimuti, Padahal Parkiran Beratap, Ada Apa?

“Saya meminta pembersihan kembali dan pemulihan limbah serta tanaman tumbuh yang diakibatkan pecahnya pipa minyak ini,” pungkasnya. (Bm/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *