PALI – Bramastanews.com, Keluhan warga Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terhadap layanan listrik PLN terus menguat. Pasalnya, aliran listrik yang kerap biarpet (hidup-mati dan bertegangan rendah) membuat aktivitas warga terganggu, berpotensi pada kerusakan peralatan rumah tangga.
Warga di Abab, dan sekitarnya mengaku sudah berulang kali mengalami gangguan serupa. Mereka menilai PLN tidak cepat tanggap menangani persoalan ini.
“Setiap malam listrik lemah, kadang padam tiba-tiba. Mesin air gak bisa hidup, kulkas juga mati hidup,” keluh Wr, warga Desa Karang Agung (22/10/2025).
Hal senada disampaikan Yn, mengaku kesal karena kondisi listrik yang tidak stabil merugikan warga kecil.
“Harusnya PLN evaluasi, jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Manager PLN ULP Pendopo, Dedek, membenarkan adanya gangguan jaringan akibat faktor alam.
“Lagi banyak gangguan, Pak. Ini tadi peralatan kami juga ada yang kena,” jelas Dedek saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeliharaan rutin dan perbaikan di beberapa titik terdampak.
“Kami sudah turunkan tim untuk penelusuran dan perbaikan di lapangan,” ujarnya.
Namun, Aktivis Pemerhati pembangunan dan Kebijakan publik PALI, Aldi Taher meminta PLN tidak hanya melakukan perbaikan teknis, tetapi juga evaluasi kinerja internal agar gangguan tidak terus berulang.
“Kami minta Manager PLN ULP Pendopo melakukan evaluasi menyeluruh. Jangan hanya alasan cuaca atau pohon tumbang, tapi lihat juga manajemen pemeliharaannya,” tegas Aldi.
Aldi menyoroti dalam setahun terakhir sudah tiga kali pergantian pimpinan PLN namun belum menunjukkan perubahan masalah kelistrikan di Kabupaten PALI.
“Sudah 3 kali pergantian Manager PLN, listrik masih biarpet, tegangan masih lemah,” katanya.
Aldi berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar listrik kembali stabil dan tidak lagi mengganggu aktivitas ekonomi maupun kebutuhan sehari-hari. (Bm/red)











