Proyek Drainase PUTR PALI Senilai Hampir Rp. 1 Miliar DIduga Terbengkalai Usai Viral

oleh -458 Dilihat

PALI – Bramastanews.com, Proyek penanggulangan banjir yang dikerjakan di Kelurahan Talang Ubi Timur, Kabupaten PALI, kini menuai sorotan tajam. Proyek senilai Rp1 miliar yang digelontorkan melalui APBD 2025 dan dikerjakan oleh Dinas PUTR PALI itu memprihatinkan.

Pantauan media di lapangan pada Selasa (15/7), proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) PALI ini berasal dari APBD 2025, dengan nilai kontrak mencapai Rp. 980.229.000. dan CV. Romessa Jaya. Tim media menemukan fakta mengejutkan, tidak ada papan proyek, tidak ada aktivitas pekerja. Yang tersisa hanyalah sisa material, galian tanah terbuka menganga, dan susunan batu yang disusun ala kadarnya. Proyek yang baru dimulai itu diduga seperti ditelantarkan begitu saja setelah sempat viral, seolah proyek ini tak pernah serius dikerjakan.

BACA JUGA  KADISPORA Angkat Bicara Soal Isu Hubungan ASN Penting vs 2 Wanita Stafnya, Keterangannya Labil ?

‎Menangapi hal tersebut aktivis pemerhati pembangunan kabupaten PALI Aldi Taher, mengkritisi semua pihak terkait dugaan proyek drainase yang terkesan ditinggalkan.

‎“Proyek ini menelan uang rakyat hampir satu miliar rupiah. Tapi kualitas pekerjaan justru meragukan. Ini harus segera diaudit dan ditindaklanjuti secepat mungkin,” tegasnya (15/7).

‎Dengan ketidakhadiran nya papan proyek dilokasi tentu melanggar prinsip transparansi publik, dan menjadi tanda tanya besar soal pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten PALI selaku penanggung jawab kegiatan.

BACA JUGA  Fraksi PKS PALI Ancam Tolak Raperda APBD Perubahan Tahun 2024, Jika Keberadaan Dokter Diabaikan

‎”Dugaan proyek seperti ini, sepertinya sudah tidak aneh lagi, lihat dibeberapa pemberitaan media, yang telah mengkritisi kinerja pengawasan dan pengerjaan proyek khususnya di kabupaten PALI, ujarnya.

‎”Dengan kondisi seperti ini, harapan kami kini hanya tertuju pada aparat penegak hukum (APH) dan lembaga audit untuk segera turun tangan. Jika dibiarkan, kasus ini bisa menjadi preseden buruk dalam pengelolaan dana publik ke depan. Kepercayaan kami terhadap PPK dan PPTK dari dinas terkait? Sudah pupus. Habis. Tak ada lagi alasan untuk diam.” pungkasnya.

BACA JUGA  Kapolda Kalbar Gelar Support Psikologi dan Layanan Kesehatan Untuk Purnawirawan Polri

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUTR PALI belum terkonfirmasi memberikan pernyataan resmi. Masyarakat mendesak agar proyek ini segera diaudit secara menyeluruh oleh aparat pengawasan internal pemerintah (APIP) maupun penegak hukum. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.