Viral Kecelakaan Disebut Akibat Material Drainase di Karang Agung PALI, Warga dan Kontraktor Membantah

oleh -615 Dilihat

PALI – Bramastanews.com, Sebuah unggahan di media sosial viral usai menyebut kecelakaan tunggal yang terjadi di Desa Karang Agung, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, disebabkan oleh tumpukan koral dan pasir dari proyek drainase. Namun, klaim tersebut dibantah oleh sejumlah pihak yang berada di lokasi kejadian.

Foto: Lokasi Kejadian Kecelakaan (Dok/J)

Unggahan itu tersebar melalui akun Facebook #Pali Terupdate yang menuliskan bahwa seorang warga dari Prambatan mengalami kecelakaan akibat tumpukan material proyek drainase yang menutupi badan jalan. Korban disebut telah dibawa ke Puskesmas Betung untuk mendapat penanganan medis (22/6).

BACA JUGA  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang mengadakan acara Deklarasi dan Konsolidasi Kampanye Damai 2024 pada hari Senin, 27 November 2023

“Akibat koral dan pasir numpuk di jalan raya proyek Drainase di Desa Karang Agung, Kec. Abab, PALI, membuat salah satu warga Prambatan mengalami laka lantas subuh tadi. Korban telah dibawa ke Puskesmas Betung. Diketahui kejadian ini melalui Facebook Al El Ilman,” bunyi unggahan tersebut.

Namun, pernyataan itu segera mendapat tanggapan dari warga setempat. Josua, salah satu warga Karang Agung, memastikan bahwa tidak ada material proyek yang mengganggu jalan di lokasi kejadian.

“Saya lihat langsung ke lokasi kejadian. Tidak ada tumpukan koral dan pasir seperti yang disebutkan. Informasi itu tidak sesuai kenyataan,” ujar Josua saat ditemui, Minggu (22/6/2025).

BACA JUGA  Tolak PHK Sepihak dan Minta Kepastian Pembayaran PHK Sesuai Aturan, Karyawan PT Prima Jaya Multicon Kepung Pabrik

Pihak kontraktor proyek drainase pun angkat bicara. Sidarmanto, perwakilan dari kontraktor, membantah keras bahwa material proyek menjadi penyebab kecelakaan.

“Di lokasi kejadian tidak ada material proyek yang berserakan. Kami sangat menyayangkan adanya unggahan di media sosial yang terkesan menyudutkan kami tanpa konfirmasi terlebih dahulu,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak asal membagikan informasi yang belum terverifikasi.

“Sebelum menyebarkan informasi, apalagi yang menyangkut keselamatan orang lain, semestinya dicek terlebih dahulu ke lapangan. Jangan sampai menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA  Team Hukum dari ATMA KALIHAN LAW OFFICE Mendampingi Klien nya

Hasil pantauan tim media di lokasi kejadian pada Minggu (22/6) juga menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya tumpukan batu koral maupun pasir di badan jalan. Keterangan dari warga setempat pun menguatkan bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan tunggal tanpa keterlibatan material proyek. (Bm/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *