Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) Jelang Idul Adha 1446, H Gelar Paket Sembako Murah

oleh -357 Dilihat
filter: 0; jpegRotation: 180; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 36.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Cimahi, Bramastanews. Com.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat menggelar Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI).

Kegiatan ini diselenggarakan di Kelurahan Cibeureum pada Selasa (03/06). OPADI merupakan bagian dari program intervensi pemerintah dalam upaya pengendalian harga kebutuhan pokok di berbagai daerah.
Sebanyak 537 paket sembako bersubsidi dialokasikan untuk warga Cimahi dan didistribusikan bagi masyarakat kelurahan Cibeureum.

BACA JUGA  The Beauty Boom: Lipstick Sales Reach New Heights in Early 2024

 

 

 

 

 

 

 

Paket sembako yang tersedia terdiri dari beras premium 5 kg, minyak goreng kemasan 2 liter, gula pasir 1 kg, dan tepung terigu premium 1 kg. Dengan subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp72.100 per paket, masyarakat hanya perlu membayar Rp73.000, dari harga awal Rp145.100.

Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana, menegaskan bahwa adi Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) yang merupakan kerjasama Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan Disdagkoperin Kota Cimahi merupakan upaya pemerintah dalam meringankan beban masyarakat dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha yang biasanya harga harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

BACA JUGA  Telkom dan Google Developer Student Berikan Panduan Praktis dan Inspiratif Cara Menavigasi Karir di Bidang Teknologi untuk Para Developer
“Mudah-mudahan ini bisa sedikit membantu masyarakat dan Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah peduli terhadap masyarakat Kota Cimahi” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Hella Haerani menyebutkan, Kelurahan Cibeureum dipilih sebagai titik pelaksanaan Opadi karena merupakan kawasan dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi di Kota Cimahi.

 

 

 

“Ini berdasarkan hasil kajian. Di sini itu masyarakat dengan ketingkatan kemiskinan ekstrem tertinggi di Cimahi,” jelas Hella saat mendampingi Wali Kota.Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap distribusi OPADI agar tepat sasaran dan berjalan transparan. Selain itu, Wali Kota Cimahi mengajak masyarakat untuk memanfaatkan operasi pasar ini secara bijak, serta mendukung keberlanjutan program serupa yang dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Turut hadir dalam penyerahan simbolis distribusi paket OPADI di kelurahan Cibeureum Kepala Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Nining Yuliastiani. Nining menegaskan bahwa intervensi harga tersebut bukan kebijakan asal-asalan.

BACA JUGA  Menjelang Libur Nataru, 37.620 Tiket Kereta Api di Divre III Palembang Telah Terjual

Melainkan hasil dari analisis komprehensif terhadap dinamika harga, kondisi sosial ekonomi wilayah, hingga pemetaan kantong kemiskinan yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat. “Kami maksimal operasi pasar bersubsidi di 15 kabupaten/kota, dan ini melalui analisis yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,” ucap Nining

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan ojmasyarakat, diharapkan OPADI mampu memberikan manfaat nyata dalam meringankan beban ekonomi warga, terutama menjelang perayaan keagamaan Idul Adha yang seringkali diiringi dengan peningkatan kebutuhan konsumsi rumah tangga.
*nengsih*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *