,

Kerusakan Jalan Baru Hasil Pembangunan DD Di Desa Karoya Tegalwaru Di Duga Sarat Korupsi, Warga: Masa Baru Dua Bulan Sudah Rusak

oleh -122 Dilihat

Purwakarta-Jabar || Bramastanews.com

Jalan desa yang berlokasi di Kampung Bojongkoneng desa Karoya kecamatan Tegalwaru baru di bangun sekitar dua bulan lalu.

Pembangunan tersebut bersumber dari dana desa tahap dua tahun anggaran 2023.

Kondisi jalan tersebut saat ini alami keretakan di badan jalan, padahal baru seumur jagung di bangun.

Di duga di kerjakan oleh pihak tak berpengalaman dan kurang matangnya proses perencanaan yang dilakukan sebelum penentuan kegiatan dilaksanakan.

Jenis kerusakan yang terjadi berupa keretakan di badan jalan dengan lebar retakan sekitar centimeter an.

Menurut keterangan warga, pembangunan jalan ini memang belum lama baru sekitar dua bulanan, namun sangat di sayangkan kondisinya sekarang sudah rusak seperti ini, ungkapnya.”

Kemungkinan semakin hari kerusakan ini akan semakin parah, apalagi jika datang musim hujan, air yang masuk ke celah celah retakan dapat sebabkan kerusakan semakin fatal, tambahnya lagi.”

Seperti diketahui pelaksanaan sebuah pembangunan tentu melalui tahap perencanaan.

Penentuan pelaksana kegiatan seharusnya di serahkan kepada pihak yang memiliki pengalaman dalam bidang pembangunan dalam hal ini jalan.

Sehingga tujuan utama kualitas hasil pekerjaan yang baik dapat di capai, dengan hal ini tentu azas efektif efisien dari penggunaan anggaran dapat tercapai.

Bukan menjadi rahasia umum, jika kualitas pekerjaan sebetulnya dapat ditentukan dari awal, apalagi untuk item pekerjaan pengaspalan sudah dapat diketahui harga berikut kualitasnya dari awal sesuai list yang ditentukan oleh penyedia jasa.

Tinggal niat pemangku kebijakan dalam hal ini Kepala Desa menentukan, kelas dan jenis pekerjaan aspal nomor berapa yang akan di gelar, sebab penyedia jasa pekerjaan pengaspalan tentu menawarkan jenis dan kualitas sesuai harga.

Saat di konfirmasi terkait kerusakan jalan di desanya tersebut via telpon, Kades Karoya hanya mengatakan,

“Waalaikum salam”

“Mungkin paktor alam karna kondisi panas”

“Nanti sy cb konfirmasi ke pihak yg mengerjknya”

Penjelasan singkatnya tersebut siratkan kepala desa seolah tidak punya beban akan persoalan tersebut, padahal yang ia kelola adalah uang negara.

Di duga kerusakan yang terjadi akibat minimnya kualitas pekerjaan aspal yang di pilih.

Dengan kata lain di duga kepala desa tidak mengutamakan kualitas pekerjaan.

(Red)