UIN Sunan Kali Jaga Beri Gelar Doktor Kehormatan untuk Tokoh Lintas Agama, Menteri PANRB: PTKIN Pendorong Perdamaian Dunia

oleh -59 Dilihat

Sleman || bramastanews.com

 

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menghadiri Sidang Senat Terbuka Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan untuk Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 2005-2010 Sudibyo Markus, dan Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama Takhta Suci Vatikan, Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot, di UIN Sunan Kalijaga, Sleman, D.I.Yogyakarta, Senin (13/02/2023).

Azwar Anas mengapresiasi langkah UIN Sunan Kalijaga dalam mendorong perdamaian dan persaudaraan dunia, dialog antaragama, dan kerja kemanusiaan melalui penganugerahan kepada tiga tokoh yang telah bekerja nyata bagi peradaban dunia tersebut.

“Apa yang dilakukan UIN Sunan Kalijaga, sebagai bagian Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, menjadi bukti bagaimana Kita semua keluarga besar instansi pemerintah terus berkolaborasi dan bekerja aktif mendorong persaudaraan dan perdamaian dunia,“ ujar Anas.

Dia mengatakan, Kementerian PANRB berkomitmen untuk terus mengembangkan SDM dan memperkuat penataan kelembagaan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun perguruan tinggi keagamaan lainnya di bawah Kementerian Agama sebagai wadah penggodokan SDM unggul serta pusat pengembangan ilmu agama dan sains teknologi.

“PTKIN maupun perguruan tinggi keagamaan lainnya di bawah Kementerian Agama menjadi salah satu pilar tidak hanya untuk mencetak SDM unggul, tetapi juga jembatan untuk membangun peradaban dunia yang inklusif, teduh, dan damai,” ujar Anas yang juga mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tersebut.

Kementerian PANRB juga ikut melakukan penguatan kelembagaan dan peningkatan SDM yang ada di lingkup pendidikan agama. “Kementerian PANRB juga kini telah mengkaji berbagai skema peningkatan SDM terkait pendidikan keagamaan, beserta penguatan kelembagaannya, sebagai upaya mendorong daya saing pendidikan keagamaan yang berdaya saing global dan transformatif dengan basis moderasi beragama yang meneduhkan,” imbuh Anas.

Pada kesempatan tersebut, Anas juga memberikan ucapan selamat atas penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa). Menurutnya, ketiga tokoh tersebut memiliki jasa dan kontribusi pemikiran dan aktivitas dalam memperkuat dan memajukan perdamaian dunia, dialog antaragama, dan kemanusiaan.

“Saya sampaikan selamat kepada tiga tokoh yang hari ini dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Semoga pemberian gelar ini menginspirasi kita semua untuk mengikuti jejak ketiganya dalam menyebarluaskan perdamaian antar umat beragama,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Al Makin dan sivitas akademika universitas tersebut.

(HUMAS MENPANRB)