Cibinong,BramastaNews.com — RSUD Bakti Pajajaran resmi menghadirkan layanan Cardio Cerebro Vaskular Center (CCVC) dan Oncology Center (OC) yang diresmikan langsung oleh Rudy Susmanto, Rabu (4/3/2026).
Dalam perayaannya, Bupati Bogor mengapresiasi peresmian beberapa layanan baru di RSUD Bakti Pajajaran, yakni layanan penanganan stroke Inovasi Force Stroke (Code Sti) dengan metode Digital Substraction Angiography (DSA), pembukaan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS), pelayanan jantung anak serta pelayanan kemoterapi.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan pencanangan zona integritas menuju Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM).
Bupati Bogor mengaku haru dan bangga melihat transformasi rumah sakit daerah yang terus mengikuti perkembangan dunia medis. Salah satu yang dijanjikan adalah layanan DSA yang dipopulerkan oleh Terawan Agus Putranto. Di Indonesia, baru sekitar enam rumah sakit yang mengoperasikan metode ini, dan Kabupaten Bogor menjadi salah satunya.
“Jika di sejumlah rumah sakit biaya satu kali tindakan dapat mencapai Rp60–70 juta, layanan di RSUD Bakti Pajajaran ini sudah dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menerapkan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen, dengan alokasi hampir satu triliun rupiah per tahun dari APBD untuk menjamin kesehatan masyarakat melalui BPJS Kesehatan.
Untuk wilayah Bogor Raya, layanan DSA sebelumnya hanya tersedia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto dan Rumah Sakit Pusat Pertamina. Saat ini Kabupaten Bogor telah memiliki layanan tersebut.
“Tujuan kami sederhana, memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Selanjutnya, Direktur RSUD Bakti Pajajaran, Yukie Meistisia A Santoso, menjelaskan memperkenalkan layanan Inovasi Force Stroke (Code Stroke). Menurutnya, stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia sehingga transformasi pelayanan menjadi suatu keharusan.
“Melalui layanan Code Stroke, kami menargetkan waktu penanganan maksimal 60 menit sejak pasien tiba di IGD hingga mendapatkan tindakan. Dengan dukungan alat DSA, diagnosis pembuluh darah otak dapat dilakukan secara presisi dan tindakan trombektomi maupun intervensi vaskular dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran layanan ini menjadi yang pertama di Bogor Raya dan diperkuat oleh dr. Haris, Spesialis Neurologi Konsultan Vaskular Intervensi, sebagai motor penggerak layanan.
“Ini kami lakukan untuk membangun sistem layanan yang cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Kami ingin memastikan masyarakat Kabupaten Bogor mendapatkan pelayanan yang setara dengan rumah sakit besar di Jakarta tanpa harus meninggalkan daerahnya,” tambahnya.
RSUD Bakti Pajajaran juga mendapat amanat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai rumah sakit pengampu pendidikan neurologi berbasis rumah sakit, sehingga pendidikan spesialis neurologi kini dapat dilaksanakan di Kabupaten Bogor.










