Direktur Bumdesma Plered Beri Rp 3 Juta Uang Suap Saat Ditanya Pengelolaan Keuangan..?
Purwakarta // Bramastanews_Polemik pengelolaan Bumdesma Kecamatan Plered munculkan fakta baru.
Dana Rp 250 juta yang dikelola langsung Direktur Bumdesma bernama Sarip, dikatakan tak jelas pelaporannya oleh Bendahara Bumdesma saat dikonfirmasi dikantornya.
Lebih lanjut, penggunaan dana sebesar Rp 120 juta yang digunakan untuk pembukaan Pangkalan LPG 3kg tuai sanggahan beberapa pihak.
Pasalnya, DO (deliver order) yang dikabarkan didapat saat pembukaan Pangkalan tersebut dinilai tak masuk akal.
Sebab saat pembukaan awal sebuah Pangkalan, DO yang diberikan pihak Pertamina disesuaikan dengan kebutuhan wilayah.
“DO Pangkalan saat awal pembukaan umumnya satu, tidak mungkin langsung dua DO sekaligus, soalnya disesuaikan dengan kebutuhan wilayah atau zona. Bahkan ada sistem rayonisasi sebagai pertimbangan pemberian DO tersebut, intinya tidak serta merta dua DO,” ujar narasumber.
Lebih lanjut dari narasumber lainnya sampaikan bila harga sebesar Rp 45 juta per DO dinilai terlalu tinggi.
Sayangnya, Direktur Bumdesma bernama Sarip tersebut saat dikonfirmasi awak media memilih bungkam tak berikan tanggapan meski upaya konfirmasi disampaikan berkali-kali.
Alih-alih berikan pernyataan, sang Direktur Bumdesma dikabarkan malah berikan sejumlah uang kepada pihak yang pernah pertanyakan pengelolaan Bumdesma sebesar Rp 3 juta.
Lantas, kenapa sang Bumdesma berikan sejumlah uang kepada pihak yang pernah pertanyakan pengelolaan Bumdesma.
Adakah persoalan serius terkait pengelolaan dana Bumdesma….
(red/tim)










