Seminar Menjaga Kesehatan Mental Dalam Bekerja Bagi Aparatur ASN Kota Cimahi

oleh -382 Dilihat
filter: 0; jpegRotation: 180; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 31.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Cimahi, – Bramasta news. Com.

Perintah Kota Cimahi melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) menggelar Seminar Menjaga Kesehatan Mental dalam Bekerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).

Acara berlangsung di Aula Gedung A Pemerintah Kota Cimahi dan diselenggarakan secara hybrid, menggabungkan kehadiran luring dan daring.

Seminar menghadirkan dua narasumber dari Universitas Jenderal Achmad Yani, yakni Muhammad Hadras, M.Si. dan Winna Andini Handayani, M.Psi., Psikolog. Kegiatan ini diikuti secara langsung oleh sekitar 100 ASN, yang terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, kepala perangkat daerah, dan pejabat pengelola kepegawaian.

Sementara itu, partisipasi daring melalui Zoom Meeting dan YouTube mencapai lebih dari 1.500 peserta dari seluruh perangkat daerah, termasuk kelurahan dan sekolah-sekolah di bawah Pemkot Cimahi.

BACA JUGA  Kota Bandung Gelar Dekrarasi Damai Pilkada Serentak 2024 Sekitar 105 Hari Kedepan

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menekankan bahwa kesehatan mental memiliki peran krusial dalam keberhasilan ASN menjalankan fungsi pelayanan publik.

Ia mengingatkan bahwa di balik tuntutan profesionalisme, ASN menghadapi tekanan kerja, target pelayanan, serta dinamika sosial yang dapat memengaruhi kondisi mental dan emosional.

“Kalau mental ASN terganggu, maka otomatis pelayanan kepada masyarakat ikut terganggu. ASN harus mampu melayani dengan sabar, ramah, dan tulus. Karena itu, kesehatan mental ini penting dijaga, bukan hanya fisik saja,” ujar Ngatiyana.

Wali Kota menambahkan bahwa melalui seminar ini, Pemkot Cimahi ingin mendeteksi secara dini potensi gangguan psikologis ASN. Jika ditemukan indikasi masalah mental, akan dilakukan langkah pembinaan dan penyesuaian beban kerja.

BACA JUGA  Disabilitas Tak Lagi Sunyi: PORTADIN dan PT IMG Bersatu Perkuat Ekosistem Inklusi lewat Media

“Kalau ada ASN yang tertekan karena beban kerjanya, jangan dipaksakan. Kita akan tempatkan di pekerjaan yang lebih sesuai agar tidak semakin tertekan hingga berdampak pada kejiwaan,” tegasnya.

Wali Kota juga menegaskan komitmen Pemkot Cimahi untuk tidak memotong Tunjangan Kinerja (TPP) ASN, karena kebijakan tersebut dapat mengganggu aspek psikologis dan motivasi pegawai. “Di Cimahi, TPP tidak dipotong. Tapi saya tekankan, ASN harus bekerja dengan baik dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” tutupnya.

Sementara itu Plt. Kepala BKPSDMD, Siti Fatonah, menyebutkan bahwa seminar ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan ASN dalam mengelola kesehatan mental sebagai salah satu fondasi penting peningkatan kinerja, produktivitas, dan kualitas pelayanan publik.

BACA JUGA  Pengadilan Tinggi DKI Kuatkan Putusan Perkara Robot Trading Fahrenheit. Lq Indonesia Law Firm Desak Jaksa Segera Eksekusi Aset Sitaan

Selain itu, Ia juga menjelaskan bahwa seminar ini menjadi pintu awal penanganan kesehatan mental ASN secara terstruktur. Bila peserta membutuhkan pendampingan lebih lanjut, BKPSDMD menyiapkan layanan konseling lanjutan bersama psikolog mitra pemerintah.

“Kami ingin ASN Cimahi tetap bekerja dengan bahagia (happy working culture).
ASN yang bahagia akan menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.

Melalui seminar ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap terbentuk budaya kerja yang suportif, sehat secara mental, dan produktif. Pemkot Cimahi berkomitmen memperluas program penguatan kesehatan mental ASN melalui pelatihan manajemen stres, konseling berkala, pembinaan rohani, serta kegiatan kebersamaan sebagai upaya membangun lingkungan kerja yang harmonis.

Dengan ASN yang sehat secara jasmani dan ruhani maka pembangunan maupun pelayanan masyarakat akan berjalan dengan optimal.

(nengsih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *