Buka Tutup Lokasi Pengolahan Bulu Ayam di Cipeundeuy, Kinerja Satpol PP Tuai Kecurigaan
BANDUNG BARAT – Kinerja Satpol PP Kabupaten Bandung Barat jadi sorotan publik, pasca buka tutup lokasi pengolahan bulu ayam di Kampung Cigangsa, Desa Nanggeleng, Kecamatan Cipeundeuy.
Aksi penutupan lokasi pengolahan bulu ayam tersebut diketahui telah beberapa kali dilakukan, namun akhirnya aktivitas berdampak pencemaran udara tersebut berjalan kembali seolah tak terjadi apa-apa.
Saat sidak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ke lokasi tersebut pada (30/7/2025), KDM bahkan pertanyakan penutupan yang pernah dilakukan Satpol PP Kabupaten Bandung Barat.
Aksi yang dipertontonkan penegak Perda tersebut tuai beragam komentar miring serta tanggapan negatif dari kalangan masyarakat serta pemerhati kebijakan publik, beberapa kalangan bahkan menyebut aksi tersebut berikan kesan seolah Satpol PP obral kebijakan.
“Kami melihat beberapa kali tempat pengolahan bulu dan kotoran ayam di wilayah itu dipasang police line ditempat berbeda. Seperti di PT. QL, kemudian di PT. IBU, lalu di PT Inti, kemudian sempat terlihat di salah satu lokasi yang bersebelahan dengan PT. IBU,’ ujarnya.

“Namun lokasi yang dipasang police line itu akhirnya beroperasi kembali, sepertinya tindakan Satpol PP itu hanya formalitas saja, bila akhirnya tempat pengolahan yang berdampak terhadap pencemaran lingkungan itu beroperasi kembali,” tambahnya kemudian.
Seperti diketahui, gangguan kenyamanan berupa bau menyengat serta pencemaran lingkungan lainnya telah dialami warga Kampung Cigangsa, Desa Nanggeleng selama hampir 5 tahun.
Selama rentang waktu tersebut berbagai upaya protes telah dilakukan warga, diantaranya lakukan aksi demo ke tempat usaha tersebut dan mengadukan persoalan yang dialaminya kepada pihak-pihak tertentu.
Sayangnya, instansi pemerintah setempat seperti Pemerintahan Desa dan Kecamatan terkesan tak respon atas apa yang dialami warga selama ini.
Sehingga wajar ketika muncul kecurigaan dari kalangan masyarakat bila aparatur pemerintah setempat diduga masuk angin.
Kini pasca sidak KDM ke lokasi tersebut, warga sampaikan harapannya agar tempat pengolahan bulu dan kotoran ayam di lokasi mereka yang selama ini timbulkan gangguan kenyamanan serta kesehatan dan berdampak buruk terhadap lingkungan itu segera ditutup.
Hal itu seolah gayung bersambut dengan yang disampaikan KDM saat bertemu perwakilan pihak perusahaan dalam sidaknya pada (30/7/2025), dimana sang Gubernur Jabar sampaikan,
“Nggak ah, Saya nggak mau disini ada pabrik kayak gini,” ucap KDM.
(gun)










