Sulap Limbah Jadi Energi dan Pakan Inovasi Ekonomi Sirkular Dari Desa Untuk Dunia

oleh -253 Dilihat

 

Garut, Bramastanews.com

GARUT, Pangatikan – Di tengah tantangan pertanian modern dan krisis energi yang makin terasa, seorang penyuluh muda asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, tampil dengan solusi inovatif berbasis desa yang memadukan pertanian, peternakan, dan energi terbarukan dalam satu sistem terintegrasi.

Achmad Nasir Ginanjar, Penyuluh Pertanian Muda dari Dinas Pertanian Kabupaten Garut, memperkenalkan inovasi Green Circular Economy yang mengubah limbah tongkol jagung dan kotoran sapi menjadi energi, pakan ternak berkualitas, serta pupuk organik cair yang kaya manfaat agronomis. Inovasi ini diperkenalkan pada Senin (14/7/2025), dan tengah diujicobakan di Kelompok Tani Sinar Rasa, Desa Babakanloa, Kecamatan Pangatikan.

BACA JUGA  PPK Ciktim Ucapkan Terimakasih Kepada Pihak-pihak Yang Terlibat Pada Pemilukada 2024

Pusat dari sistem ini adalah mesin pemipil jagung multifuel-autosize, teknologi tepat guna yang bisa dijalankan dengan biogas, LPG, atau bensin. Mesin ini memiliki fitur auto-size, memungkinkan pemipilan berbagai ukuran jagung secara efisien tanpa merusak kualitas pipilan.

Tak hanya berhenti di situ, limbah tongkol jagung yang biasanya terbuang kini dimanfaatkan. Melalui fermentasi dengan kombinasi bakteri asam laktat, jamur trichoderma, dan bakteri pelunak selulosa, limbah keras itu diubah menjadi pakan ternak substitusi jerami yang tinggi serat dan bernilai gizi tinggi.

BACA JUGA  Puluhan Rumah Rusak dan Akses Jalan Tertutup Longsor Akibat Cuaca Ekstrem di Garut

Sementara itu, limbah kotoran sapi dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas, yang selain menjadi bahan bakar mesin, juga bisa digunakan sebagai pengganti gas rumah tangga. Residu dari proses ini kemudian diolah menjadi pupuk organik cair (POC), memperkuat produktivitas lahan tani.

“Inovasi ini lahir bukan dari laboratorium mewah, tapi dari ladang, dari mendengar keluh-kesah petani dan mencarikan solusi nyata bersama mereka,” ungkap Achmad penuh semangat.

Langkah Achmad tak hanya memberi manfaat lokal, tapi juga membuka jalan menuju pertanian berkelanjutan yang mandiri energi dan ramah lingkungan. Karya ini menjadi bukti bahwa inovasi bertaraf global bisa lahir dari desa, oleh tangan anak bangsa sendiri.

BACA JUGA  Sengketa Lahan 17 Ribu Hektar, Mantan Guru Besar IPB Tuntut Keadilan ke Mabes Polri

Dari Desa Babakanloa, semangat perubahan mengalir. Dari Garut, untuk Indonesia, dan untuk dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *