Harga Emas Terkoreksi Efek Investor yang Beralih Aset

oleh -316 Dilihat

Harga emas kembali bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi. Setelah sempat menembus level $3.300 pada Rabu, harga emas kembali terkoreksi pada Kamis karena investor mulai beralih ke aset berisiko. Meski demikian, analis masih melihat adanya peluang untuk tren naik (bullish) jangka pendek.

Pada Rabu (21/5), harga XAU/USD sempat menguat lebih dari 0,5% dan ditutup di atas $3.317, meskipun sempat menyentuh level terendah harian di $3.285. Penguatan ini didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap rencana pemangkasan pajak oleh pemerintah AS yang berpotensi menambah utang negara hingga $3,8 triliun, menurut laporan CBO. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperparah sentimen pasar.

BACA JUGA  Ethereum Berpeluang ke $3,000 Jika Level Ini Tertembus

Namun pada Kamis (22/5), harga emas turun ke sekitar $3.187, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi harian di $3.252. Penurunan ini terjadi karena investor mulai mengalihkan dana ke pasar saham, seiring pemulihan indeks utama AS dan lonjakan imbal hasil obligasi. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 4,58%, sementara yield riil mencapai 2,229%, yang turut menekan harga emas.

Meski mengalami tekanan, Andy Nugraha, analis dari Dupoin Futures Indonesia, menyatakan bahwa tren jangka pendek emas masih cenderung naik. Berdasarkan pola candlestick dan indikator Moving Average, emas diperkirakan akan menguji level resistance di sekitar $3.367. Namun, jika tekanan jual berlanjut, ada risiko penurunan ke level support di $3.298.

BACA JUGA  Dukung Mobilitas Santri dan Pengurus Pondok Pesantren, KAI Daop 8 dan Yayasan Bumi Shalawat Progresif Sidoarjo Tandatangani Kerjasama

Sementara itu, nilai tukar dolar AS merosot tajam setelah Moody’s menurunkan peringkat utang AS dari AAA menjadi AA1. Indeks Dolar (DXY) turun 0,52% ke 99,49, menandakan kerentanan dolar akibat tekanan fiskal jangka panjang. Pelemahan dolar ini menjadi salah satu faktor pendukung kenaikan emas dalam beberapa hari terakhir.

Fokus pasar hari ini tertuju pada rilis data ekonomi penting dari AS, seperti data PMI awal, sektor perumahan, dan klaim pengangguran mingguan. Pidato dari sejumlah pejabat Federal Reserve juga dinantikan karena bisa memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga ke depan.

BACA JUGA  Harga Bitcoin Melonjak 25% Sejak Donald Trump Terpilih Sebagai Presiden AS

Dengan ketidakpastian ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan penurunan kepercayaan terhadap keuangan AS, emas masih memiliki ruang untuk menguat. Namun, investor perlu tetap waspada terhadap tekanan dari rotasi aset dan kenaikan yield obligasi.

Penulis: Suhaeb Rizal M

Gambar Gravatar
Direktur Di PT. Internusa Media Group

No More Posts Available.

No more pages to load.