Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Siap Menuju $3.000

oleh -297 Dilihat

Harga emas mengalami lonjakan pada Kamis (13/3), mencapai rekor tertinggi baru di $2.985 per troy ounce dan hampir mendekati level psikologis $3.000. Ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) serta ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) terus menjadi pendorong utama kenaikan harga emas. Saat ini, pasangan XAU/USD diperdagangkan di kisaran $2.983, mengalami kenaikan sebesar 1,70% dalam sehari.

Menurut analisa dari Andy Nugraha, analis Dupoin Indonesia, kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan bahwa tren bullish masih kuat untuk XAU/USD. Dengan kondisi ini, proyeksi pergerakan harga emas hari ini memiliki potensi untuk menembus level $3.000. Namun, jika momentum bullish melemah dan terjadi pembalikan arah (reversal), harga emas diperkirakan dapat turun hingga level $2.934 sebagai target penurunan terdekatnya.

BACA JUGA  Aspire dan Qwords Menjalin Kerjasama untuk Mendorong Pertumbuhan Start-up dan UKM dalam Bisnis Online.

Peningkatan harga emas ini tidak terlepas dari ketidakpastian global yang terus berlanjut, terutama akibat kebijakan perdagangan AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Sikap agresif Trump terhadap sekutu dan lawan dagangnya, dengan menerapkan dan mencabut tarif impor secara fluktuatif, terus menarik minat investor terhadap aset safe-haven seperti emas. Lonjakan harga emas juga dipicu oleh komentar dari beberapa pejabat AS yang memberikan sinyal beragam mengenai dampak kebijakan perdagangan terhadap ekonomi. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa pernyataannya mengenai “periode detoks” tidak menunjukkan indikasi resesi. Sementara itu, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa jika resesi memang terjadi, maka itu adalah konsekuensi yang sepadan untuk mendukung kebijakan pemerintahan Trump.

BACA JUGA  Get Ready for the Most Anticipated New Year’s Eve Celebration at Café del Mar Bali with Dimitri Vegas & Like Mike, VINAI, Captain Curtis, Galluxy, Stefanya Morgan, Evangelos, and Sasha Supra!

Ketidakpastian ini mendorong aksi jual di pasar saham AS, sementara investor beralih ke aset safe-haven, termasuk emas dan Yen Jepang (JPY). Di sisi lain, data ekonomi AS menunjukkan hasil yang beragam. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa inflasi di sektor produsen relatif stagnan, dengan sedikit penurunan. Namun, jumlah klaim tunjangan pengangguran mingguan justru mengalami penurunan, menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja.

Menjelang pekan depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data Sentimen Konsumen Universitas Michigan (UoM) untuk bulan Maret. Namun, fokus utama tetap pada keputusan kebijakan moneter Federal Reserve. Bank sentral AS ini diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap, memperbarui proyeksi ekonomi, dan memberikan panduan lebih lanjut mengenai arah kebijakan melalui dot plot yang terkenal.

BACA JUGA  Libur Panjang Peringatan Isa Almasih, 7.609 Penumpang Gunakan Kereta Api Di Stasiun Malang Hari Ini

Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang AS tenor 10 tahun turun empat setengah basis poin menjadi 4,270%, setelah mengalami kenaikan pada hari sebelumnya. Sementara itu, imbal hasil riil AS, yang berkorelasi terbalik dengan harga emas, naik satu basis poin ke 1,99%, memberikan sedikit tekanan pada kenaikan harga emas.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor fundamental dan teknikal, emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren kenaikannya hingga mencapai level $3.000. Namun, para investor tetap perlu mewaspadai kemungkinan koreksi harga jika tekanan jual meningkat atau jika ada kejutan dari keputusan kebijakan Federal Reserve dalam beberapa hari mendatang.

Penulis: Suhaeb Rizal M

Gambar Gravatar
Direktur Di PT. Internusa Media Group

No More Posts Available.

No more pages to load.