PALI – Bramastanews.com, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di Sumatera Selatan memiliki warisan kuliner khas yang telah dikenal luas, yakni Sagarurung. Hidangan berbahan dasar ikan asap ini bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga telah menjadi kebanggaan daerah dan berhasil meraih pengakuan nasional yaitu Pada tahun 2021, sagarurung diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Bahkan, Sagarurung mencatatkan sejarah dengan memecahkan rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) pada Festival Sagarurung tahun 2022, sebagai warisan budaya Indonesia.

Selain menjadi ikon kuliner, Sagarurung juga semakin populer sebagai menu fenomenal di Kabupaten PALI dan mulai merambah ke kancah nasional. Keunikan rasa serta cara memasaknya yang khas membuat hidangan ini semakin diminati oleh masyarakat luas.
Asal Usul dan Sejarah Sagarurung
Berdasarkan penelusuran ahli sejarah di Kabupaten PALI, nama Sagarurung berasal dari kata “Segar” dan “Urung”, yang berarti “Ikan segar yang urung (batal) dijual dalam kondisi segar”. Sejarahnya bermula dari masyarakat Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab, yang dahulu menghadapi hasil tangkapan ikan melimpah di sungai.
Karena hasil ikan segar yang melimpah, berbagai metode pengawetan dilakukan, seperti dijadikan ikan asin (balur) atau dijemur hingga di salai. Namun, teknik yang paling unik dan bertahan hingga kini adalah ikan segar diberi bumbu khas dimasak dengan cara pengasapan, yang kemudian dikenal sebagai Sagarurung.
Menurut Asmadi selaku tokoh masyarakat sekaligus mantan Ketua BPD, salah satu saksi sejarah dari Desa Tanjung Kurung, Sagarurung awalnya dibuat dari ikan Serandang (Channa pleurophthalma), ikan ini dulunya lebih dominan dibanding ikan toman, gabus/ruan atau bujuk. Namun, seiring waktu, ikan lain seperti Nila dan Patin juga mulai digunakan dalam pembuatan Sagarurung.
Proses Pembuatan Sagarurung
Keunikan Sagarurung terletak pada proses pengasapan ikan yang telah dibumbui. Bumbu yang digunakan adalah racikan khas turun-temurun yang masih dirahasiakan oleh masyarakat Desa Tanjung Kurung. Namun, secara umum, bumbu yang digunakan meliputi:cabai, Bawang merah dan putih, asam jawa,Gula dan garam.
Setelah ikan dibersihkan dan dibelah, bumbu ini dioleskan secara merata ke bagian dalam ikan sebelum ikan dipanggang atau diasap selama beberapa jam. Pengasapan dilakukan menggunakan kayu bakar atau sabut kelapa, yang memberikan aroma khas serta memperpanjang daya tahan ikan secara alami tanpa bahan pengawet.
Sagarurung memiliki rasa gurih, pedas, dan beraroma kuat, dengan tekstur yang tetap lembut di dalam meskipun bagian luar terasa lebih kering akibat proses pengasapan. Sangat cocok dikombinasikan dengan cocolan kecap yang racik irisan bawang merah, cabai rawit dan tomat.
Festival Sagarurung dan Pengakuan Nasional
Pada tahun 2021, sagarurung diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Keunikan Sagarurung mendapat perhatian luas hingga akhirnya digelar Festival Sagarurung tahun 2022, yang mencatatkan rekor pertama dari Leprid untuk manggang dan makan ikan asap sagarurung terbanyak. Festival ini bertujuan untuk melestarikan kuliner tradisional Sagarurung, sekaligus mempromosikannya ke masyarakat luas.
Selain itu, festival ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mengenal proses pembuatan, keunikan rasa, serta sejarah panjang Sagarurung yang telah menjadi simbol kebanggaan Kabupaten PALI.
Sagarurung dan Kombinasi Nikmat Cocolan Kecap, serta Irupan Kelumbi
Sagarurung biasanya disajikan dengan cocolan kecap, yaitu campuran kecap manis, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan perasan jeruk kunci. Cocolan ini memberikan kombinasi rasa manis, pedas, dan segar yang semakin menggugah selera. Atau bisa juga dengan sambel jeruk kunci.
Sebagai pelengkap, hidangan ini juga sering ditemani dengan irupan asam paye atau kelumbi, menu yang terdiri dari asam paye/kelumbi dibuat seperti acar yang memberikan sensasi segar dan asam yang khas. Asam paye, buah lokal yang memiliki rasa asam kuat, dibuat seperti acar dengan air, garam dan gula untuk mengurangi keasaman berlebih. Perpaduan antara kuliner ikan sagarurung yang gurih, cocolan kecap yang manis pedas, serta irupan asam paye yang menyegarkan menciptakan harmoni rasa yang sempurna.
Sagarurung: Dari Kuliner Warisan Leluhur Hingga Peluang Usaha Menjanjikan
Kini, Sagarurung tidak hanya menjadi bagian dari warisan tradisi kuliner masyarakat PALI, tetapi juga mulai dikembangkan sebagai bisnis kuliner yang menjanjikan. Banyak pengusaha makanan yang mulai memasarkan Sagarurung ke berbagai daerah di Indonesia.
Sebagai salah satu warisan kuliner yang telah mendapatkan pengakuan nasional, Sagarurung harus terus dilestarikan. Keunikan cita rasanya yang berasal dari resep turun-temurun menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner tradisional.
Bagi Anda yang ingin menikmati kuliner khas PALI, jangan lupa mencicipi Sagarurung—hidangan legendaris yang kaya sejarah, penuh cita rasa, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten PALI!