Merasa Dicoreng Nama Baik Perusahaan, Kuasa Hukum PT Baramarta Lapor Polisi

oleh -112 Dilihat

Banjarmasin || bramastanews.com

 

Syamsu Saladin SH MH, Kuasa Hukum PT Baramarta serahkan bukti pelaporan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Dit Reskrimsus Polda Kalsel), Jumat (17/2/2023) soal adanya tudingan “sarang penyamun”.

Semua lantaran merasa nama perusahaan telah dicoreng dan dirugikan PT Baramarta yang ada di Kabupaten Banjar ini.

“Kami datang kesini untuk melaporkan atas penyerangan nama baik, kehormatan. Jadi itu tujuan kami datang ke Ditreskrimsus Polda Kalsel hari ini,” kata Syamsu Saladin, ketika ditanya wartawan.

Pencemaran nama baik, kehormatan atau fitnah yang menyerang perorangan atau PT Baramarta itu terjadi pada saat unjuk rasa (demo) oleh Ormas (Organisasi Kemasyarakatan) yang terjadi di depan Kantor DPRD Kabupaten Banjar, beberapa waktu lalu.

“Kami tidak masalah dengan demo itu, siapa saja boleh, bersifat mengritik membangun ataupun tapi materinya jangan sampai menyerang kehormatan orang lain atau suatu perusahaan.

Ternyata pada waktu demo itu ada menyebut atau menyerang PT Baramarta dan pribadi, yakni sebagai sarang penyamun,” ujarnya lagi.

Silahkan aksi lanjutnya dimana berharap sifatnya mengkritik membangun, saran dan harus melihat latar belakangnya dulu atau upaya apa saja telah dilakukan PT Baramarta, pasca adanya masalah terhadap direktur yang lama, dan terpenting harus ada etika.

“Ya kami juga punya hak jika memang dituding yang sifatnya dirasa cemarkan nama baik, maka melaporkan kepada pihak berwajib,” ujarnya.

Soal ke Dit Reskrimsus, biar penyidik tentukan siapa saja mungkin nantinya dimintai keterangan, baik mungkin ucapan, tulisan maupun pemberitaan.

Intinya kami disini tidak maksud menghalang halangi orang berorasi atau orang punya keinginan dalam mengritik sepanjang murni itu demi kebaikan. Dan sangat berterimakasih, tapi tentunya dengan ada kata-kata sarang penyamun itu benar-benar menyerang kehormatan,” sambungnya.

Pasalnya, implikasi dari sebutan itu dinilai telah memberikan imbas kepada rekan bisnis perusahaan. Apalagi PT Baramarta ada direktur, komisaris yang merupakan orang Pemkab Banjar. Sehingga kata-kata itu berkesan menyerang kehormatan.

Saat ditanya siapa yang dilaporkan, Syamsu Saladin, Kuasa Hukum PT Baramarta belum menyebutkannya dengan alasan semua diserahkan ke pihak Kepolisian.

“Kemudian, terkait bukti untuk pelaporan. Pihaknya mengatakan sudah menyiapkannya dimana telah ada tuduhan pimpinan atau direktur baru ini tidak becus menjalankan manajemen. “Karena tidak ada untung, katanya merugi tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu soal itu,” imbuhnya.

Kendati demikian, Syamsu Saladin juga membenarkan jika tahun lalu Direktur PT Baramarta terjerat kasus korupsi. Sehingga berkesan memiliki masalah keuangan.

“Namun, hanya karena itu bukan berarti perusahaan tersebut dengan direktur yang baru memiliki masalah keuangan.
“Seharusnya mereka konfirmasi terlebih dahulu. Padahal, Direktur yang baru ini telah membenahi keuangan dan utang dengan pihak lain,” tuturnya.

Sementara itu, Panitia Saiber Dit Reskrimsus Polda Kalsel, Iptu Dedi Sugiarto, menerangkan permasalahan ini pihaknya akan menerima dulu laporan tersebut.

“Terkait bentuk bagai mana pencemarannya akan dimintai pendapat ahli apakah sudah masuk unsur apa tidak. “Jadi hari ini kita terimakan dulu,” pungkasnya.

Diketahui, selama ini PT Baramarta telah berwenang. Seperti upaya menutupi tunggakan PAD warisan lama sebesar Rp 8 miliar itu sudah terbayarkan Rp 7 miliar tinggal Rp 1 miliar.

Tahun 2023 ini Insya Allah Baramarta mampu setor PAD Rp 3,2 miliar. Dengan jumlah ini, sisa tunggakan PAD Rp .1 miliar bisa tertutupi, malah lebihan Rp 2 miliar.

Sedangkan utang pajak berupa PPh dan PBB dibayar Januari 2023 tadu Rp 4,5 miliar. Jadi total sudah dibayarkan di era direktur sekarang sudah Rp 8,5 miliar untuk utang pajak.

Seterusnya dan terus dibayarkan sesuai skema pembayaran yg disepakati dengan kantor pajak. Utang Rp 279 miliar bisa dilunasi tahun 2025.

“Tapi kemungkinan bisa dilunasi sebelum 2025.”Jadi kalau bicara saja sih gampang, tapi kerja dengan mengupayakan yang perlu kiranya kuras pikiran dan tenaga,” tutup Syamsu Saladin.(Raihan)